Postingan

Segarnya Sambal Colo-Colo

Gambar
Sejak perjalanan menuju Suriyan, aku terbayang-bayang kue rambut yang renyah, seingatku terakhir lidahku bersua dengan kue itu saat masih SD dulu, sudah sangat lama makanya lidahku rindu, haha. Hari ini aku ikut memenuhi undangan rekan KOMKA Suriyan, katanya ada pesta paskah KOMKA Suriyan, otakku langsung teringat akan renyahnya kue rambut, ah tidak sabar ingin segera ke Suriyan. Seperti yang kujelaskan di tulisanku yang sebelumnya, Suriyan merupakan Desa Trans Flores, nah biasanya dulu kalau pesta makanan khasnya ya kue rambut. Setiba di Suriyan, aku celingak-celinguk gak jelas mencari penampakan kue rambut, kutanya salah satu panitia, rupanya kue rambut tidak ada malam ini. Wah, sontak saja aku jadi sedikit kecewa. Dalam keadaan kecewa tersebut, tiba-tiba saja panitia mempersilakan kami duduk lesehan di bawah, mau apa pikirku, kemudian daun-daun pisang segar dihamparkan di hadapan kami. Selanjutnya ubi rebus, pisang rebus dan jagung rebus tersaji di depanku, awalnya biasa saja t...

Gunung Riut: the last with Fr. Hendrik

Gambar
Berawal dari salah dengar, sependengaran kami jadwal tourney frater hari minggu jam 16.00 wita tetapi rupanya pendengaran kami bermasalah saat itu, tourney sudah dilakukan pada Sabtu kemarin. Rencana kunjungan pun jadi gagal tapi mencoba bernego dengan waktu kami berusaha menghubungi frater dan bermaksud membuntuti frater, sialnya handphone frater sedang tidak aktif, kami putuskan kirim sms saja berharap pesan singkat tersebut bisa sukses terkirim ke handphone frater. Taraaaa pukul 13.00 wita sms mendarat di handphone kawanku “Gunung Riut jam 3 sore, terlambat ditinggal”, kulirik jam di handphoneku kami hanya punya waktu 2 jam. Aku buru-buru mengetik keypad handphoneku lalu mengirimnya ke seluruh anggota komka, berharap mereka bisa ikut bergabung di kunjungan dadakan ini. Saat itu posisi kami masih di gereja, baru selesai misa Minggu Palma, tanpa banyak kata kami berlari ke garasi, menemui mobil kebanggaan kami, mobil kandang itu biasanya kami memanggilnya. Mobil kandang dilarikan ke ...

Hayup; Pedesaan di tengah perkebunan sawit

Gambar
Mis-communication memang bukan hal yang baik. Hari itu aku masih santai-santai saja karena info yang kudapat Romo akan berangkat pukul 18.00 wita. Agenda kunjungan kali ini adalah Hayup, ya aku baru pertama kali mendengar tempat itu. Setibanya di gereja pukul 17.50 wita, sejauh mata memandang tak ada satu pun orang, telingaku pun tidak menangkap suara siapa pun, singkatnya di sana sangat sepi. Rupanya kami tertinggal, Romo sudah berangkat pukul 17.00 wita karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan pulang ke rumah tanpa cerita, kami pun memutar otak untuk bisa tetap pergi. Setelah banyak berdebat akhirnya kami pun berangkat pukul 18.30 wita, kawan-kawan di seberang telepon sudah sangat berisik karena kami tak kunjung datang sedangkan misa mulai pukul 19.00 wita dan perjalanan Tanjung - Hayup membutuhkan waktu paling sedikit 45 menit. Berita buruknya adalah 4 orang yang berangkat ini tidak mengenal Hayup, modal nekat kami tetap jalan berharap kawan di sana menunggu dan bersedia men...

Valentine's Day ala KOMKA

Gambar
Menyambut Valentine lalu, KOMKA Paroki Ave Maria Tanjung mengadakan Valentine's Day pada tanggal 15 Februari 2014 di Gereja Katolik St. Paulus Upau. Acara ini mengundang KOMKA Stasi serta Gereja lain di Upau. Acara yang disusun dengan SKS itu cukup sukses, panita hanya mempunyai 2 minggu untuk persiapan sampai hari H. Hampir setiap malam panitia rajin ke Upau untuk gladi bersih dan mempersiapkan segalanya. Sempat pesimis karena kurangnya persiapan tetapi hasil kerja keras panitia terbayarkan lunas. 112 peserta (include panitia) telah mendaftar pada 2 hari sebelum acara, hal ini tentu saja menjadi suntikan semangat bagi panitia sehingga kerja optimal pun benar-benar ditunjukan. Semangat itu terasa ketika gladi bersih, semangat yang luarbiasa. Gladi bersih: game sarang burung  Angin malam sepertinya sudah tidak berasa dingin, berubah jadi hangat ketika kawan-kawan panitia bahu membahu mengangkat kursi gereja yang asli dari kayu jati serta asli beratnya. Tetapi kalau semangat...

Berdagang di kampung flores-nya Tabalong

Gambar
KOMKA Paroki yang baru seumur jagung, Pengurus berasal dari stasi Surian, Warukin, Nawen, Upau, Tanjung, Rungun, serta Kembang Kuning dengan karakter yang berbeda-beda namun hal tersebut memberikan warna berbeda, semangat kami? Jangan ditanya, semangat kami 100% Indonesia. Hal ini terbukti saat kegiatan mencari dana di Surian, walaupun stasi sangat jauh-jauh tapi tidak menghalangi langkah kawan-kawan pergi ke Surian. Kegiatan dimulai pukul 14.00 wita sampai malam hari pukul 21.00 wita kami makan bersama. Hal pertama yang kurasakan adalah kekeluargaan dan kesederhanaan Surian, tidak pernah bosan menjamu kami. Padahal kami bukan tamu tetapi mereka menyiapkan segalanya dengan sangat rapi, seolah kami raja dan ratu. Aku salut dengan kesederhanaan kalian dalam melayani. Malam pun memaksa kami untuk pulang ke rumah masing-masing sampai pagi pun menggelitik untuk memaksa bangun. Misa di Surian pukul 07.00 wita jadi mau tidak mau, kami yang dari Tanjung harus berangkat pagi agar tidak...

PALIAT: makanan gurih dari Banua Saraba Kawa

Gambar
Mari mencicipi makanan ke Banua Saraba Kawa, yaitu Kabupaten Tabalong. Kali ini aku icip-icip makanan khas kota Tanjung. Percaya gak percaya, aku lahir dan dibesarkan di Tanjung tapi tidak pernah tau apa kuliner disini. Baiklah, aku bukan tour guide yang baik di kota kelahiranku sendiri, jadi kalau ada wisatawan datang untuk mencoba makanan khas disini mungkin aku akan membawa mereka ke “wong solo”, haha Tapi itu hanya khayalan masa dulu, sekarang aku sudah tau makanan khas kota Tanjung dan sudah pernah (sekali) mencobanya. Kata orang, tidak ke Tanjung kalau belum makan Paliat (berarti selama 21 tahun aku tidak pernah ke Tanjung dong? Lhoh bagaimana bisa? Sedangkan aku lahir disini kok, jadi menurutku pepatah itu kurang tepat untukku). Bermula dari rasa penasaran bercampur malu karena tidak pernah makan makanan khas kota kelahiran maka aku berkunjung ke sebuah rumah makan yang menyediakan paliat di rumah makan “PALIAT” di terminal Mabuun, Tanjung. Kita akan disambut dengan pe...