Segarnya Sambal Colo-Colo
Sejak perjalanan menuju Suriyan, aku
terbayang-bayang kue rambut yang renyah, seingatku terakhir lidahku bersua
dengan kue itu saat masih SD dulu, sudah sangat lama makanya lidahku rindu,
haha. Hari ini aku ikut memenuhi undangan rekan KOMKA Suriyan, katanya ada
pesta paskah KOMKA Suriyan, otakku langsung teringat akan renyahnya kue rambut,
ah tidak sabar ingin segera ke Suriyan. Seperti yang kujelaskan di tulisanku
yang sebelumnya, Suriyan merupakan Desa Trans Flores, nah biasanya dulu kalau
pesta makanan khasnya ya kue rambut.
Setiba di Suriyan, aku celingak-celinguk gak
jelas mencari penampakan kue rambut, kutanya salah satu panitia, rupanya kue
rambut tidak ada malam ini. Wah, sontak saja aku jadi sedikit kecewa. Dalam
keadaan kecewa tersebut, tiba-tiba saja panitia mempersilakan kami duduk
lesehan di bawah, mau apa pikirku, kemudian daun-daun pisang segar dihamparkan
di hadapan kami. Selanjutnya ubi rebus, pisang rebus dan jagung rebus tersaji
di depanku, awalnya biasa saja tapi jadi surprise
ketika disajikan nila bakar dan sambal. Oh rupanya, ini menu utamanya.
Kuliner sederhana tersebut rupanya sukses
menutupi kekecewaanku tidak berjumpa dengan kue rambut. Ternyata makan nila
bakar dengan jagung rebus itu sangat nikmat, manisnya jagung rebus dicampur
dengan manisnya ikan nila lalu dibalut dengan segarnya sambal, kujamin kalau saat itu kamu ngantuk pasti langsung melek. Di kuliner
ini, sambalnya lah yang jadi juaranya, sambal colo-colo itu namanya. Tomat,
bawang merah, cabe rawit yang diiris tipis ditambahkan garam dan siraman jeruk
nipis. Uh sambal sederhana itu mantap, apalagi dimakan bersama nila bakar dan
jagung rebus di atas daun pisang serta makan bersama orang-orang flores yang sangat
bersahabat, wah sensasi kuliner yang berbeda dan seru.
Setelah mengisi perut acara dilanjutkan dengan
menari ala flores. Sebenarnya tariannya sederhana tapi aku perlu waktu cukup
lama untuk mengikuti ritme geraknya. Tari gawi yang melibatkan orang banyak
untuk membentuk lingkaran dan berpegangan tangan, sedangkan saat tari dolo-dolo
aku sudah agak luwes untuk mengikuti ritme gerakan mereka, berbeda dengan tari
gawi, untuk tari dolo-dolo menarinya berpasang-pasangan. Wah, serunya pesta paskah ala flores ini. Terima kasih KOMKA Suriyan yang super sekali ^^
![]() |
Makan malam dengan kuliner sederhana dan
dibalut suasana kekeluargaan
|
![]() |
Sambal colo-colo, jagung rebus, ubi rebus dan
nila bakar
|
Komentar