Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tabalong

Desa di Tabalong

Berawal dari hobiku menjelajah, berkeliling ke pelosok-pelosok desa dan melawan panas ataupun dinginnya hari demi mengenal suatu tempat merupakan kesenanganku dari dulu. Sampai saat ini sudah banyak desa kukunjungi di Kabupaten Banua Saraba Kawa (Kabupaten Tabalong.red), lalu tumbuh pertanyaan “sudah berapa desa di Kabupaten Tabalong yang sudah kupijak?” dari pernyataan itu, aku mengandalkan mbah google untuk mengetahui nama desa-desa yang ada di Tabalong. A.       Kecamatan Benua Lawas Desa Hapalah Desa Batang Banyu Desa Sunyai Durian Desa Pematang Desa Hariang Desa Bungin Desa Bangkiling Desa Bangkiling Raya Desa Banua Lawas Desa Sungai Anyar Desa Banua Wantau Desa Habau Desa Purai Desa Habau Hulu Talan B.       Kecamatan Pugaan Desa Pugaan Desa Pampanan Desa Tamunti Desa Halangan Desa Sungaki Rukam I Desa Sungai Rukam II Desa Jirak C.       Kecamatan Kelua ...

Segarnya Sambal Colo-Colo

Gambar
Sejak perjalanan menuju Suriyan, aku terbayang-bayang kue rambut yang renyah, seingatku terakhir lidahku bersua dengan kue itu saat masih SD dulu, sudah sangat lama makanya lidahku rindu, haha. Hari ini aku ikut memenuhi undangan rekan KOMKA Suriyan, katanya ada pesta paskah KOMKA Suriyan, otakku langsung teringat akan renyahnya kue rambut, ah tidak sabar ingin segera ke Suriyan. Seperti yang kujelaskan di tulisanku yang sebelumnya, Suriyan merupakan Desa Trans Flores, nah biasanya dulu kalau pesta makanan khasnya ya kue rambut. Setiba di Suriyan, aku celingak-celinguk gak jelas mencari penampakan kue rambut, kutanya salah satu panitia, rupanya kue rambut tidak ada malam ini. Wah, sontak saja aku jadi sedikit kecewa. Dalam keadaan kecewa tersebut, tiba-tiba saja panitia mempersilakan kami duduk lesehan di bawah, mau apa pikirku, kemudian daun-daun pisang segar dihamparkan di hadapan kami. Selanjutnya ubi rebus, pisang rebus dan jagung rebus tersaji di depanku, awalnya biasa saja t...

Hayup; Pedesaan di tengah perkebunan sawit

Gambar
Mis-communication memang bukan hal yang baik. Hari itu aku masih santai-santai saja karena info yang kudapat Romo akan berangkat pukul 18.00 wita. Agenda kunjungan kali ini adalah Hayup, ya aku baru pertama kali mendengar tempat itu. Setibanya di gereja pukul 17.50 wita, sejauh mata memandang tak ada satu pun orang, telingaku pun tidak menangkap suara siapa pun, singkatnya di sana sangat sepi. Rupanya kami tertinggal, Romo sudah berangkat pukul 17.00 wita karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan pulang ke rumah tanpa cerita, kami pun memutar otak untuk bisa tetap pergi. Setelah banyak berdebat akhirnya kami pun berangkat pukul 18.30 wita, kawan-kawan di seberang telepon sudah sangat berisik karena kami tak kunjung datang sedangkan misa mulai pukul 19.00 wita dan perjalanan Tanjung - Hayup membutuhkan waktu paling sedikit 45 menit. Berita buruknya adalah 4 orang yang berangkat ini tidak mengenal Hayup, modal nekat kami tetap jalan berharap kawan di sana menunggu dan bersedia men...