Postingan

Menampilkan postingan dengan label Traveling

Budget ke Lombok via Bali

Gambar
Akhirnya setelah sekian lama, aku pun punya kesempatan melancong lagi, haha. Bergejolaklah dalam benak “tahun ini harus menginjak pulau baru”, lalu terlintas mau ke Lombok tetapi setelah melihat harga tiketnya, akupun menutup mata dan langsung keluar dari aplikasi pembelian tiket. Nampaknya Tuhan agak iba dengan karyawati yang minim budget ingin berholidei ria, tanpa undangan kebetulan sekali kakak sepupu ingin pergi ke Bali mengunjungi tante, aku awalnya tidak berminat ikut karena sedang patah hati tidak bisa ke Lombok terkendala cuan, eh seolah tante bisa membaca pikiranku yang galau, beliau mengajak menyeberang ke Lombok dari Bali. Bah, semacam dapat angin dari surga, akupun langsung semangat dan ingin segera bulan Januari, hahahaha Baiklah cukup paragraf pembuka yang tidak terlalu penting tersebut, wkwkkwk. Marilah kita mulai dengan khusyuk menyimak pengeluaran tukang jalan minim cuan kali ini. Seluruh biaya pengeluaran ini yang berlaku pada Januari 2020 maka mungkin bebe...

Kecewa keliling gili

Gambar
Berhubung kami tiba agak siang maka kami mengikuti jadwal regular untuk berkeliling tiga gili, panas sih tapi jiwa petualangku menggebu-ngebu (halah, haha) jadilah kami memilih paket snorkeling yang umum (semacam paket on the spot gitu), harganya cukup terjangkau untuk tukang jalan kurang duit seperti beta ini, hehe. Jadi tempat kami mendaftar tadi berkerjasama dengan kru kapal lalu bergabung dengan tamu tempat lain kalau sudah terkumpul semua baru jalan. Kapal diisi sekitar 20an orang dari berbagai kota dan negara. Sebelum berangkat kaptennya bertanya dengan suara setengah berteriak “ Halo, Indonesia Raya mana ”, kami pun sebagai WNI mengacungkan tangan, wah kira-kira 50% WNI ada dalam boat. Gili Meno dan Gili Air cukup dekat, dari Gili Trawangan saja sudah nampak pulaunya. Spot pertama kami pergi ke Gili Meno tapi hanya snorkeling karena sudah siang jadi tidak turun di Gili Meno. Aku kalau sudah ketemu laut, warbiasayaak amat sangat girang, tidak sabar melihat terumbu karang dan...

Bangun subuh, demi melali ke Pulau Seribu Masjid

Gambar
Perjalanan kali ini diluar kebiasaanku, demi mengejar kapal menuju Gili Trawangan, aku rela bangun pukul 04.00 wita, kalau hari kerja walaupun perintah atasan pasti selalu kesiangan walaupun sudah menggunakan alarm tapi kemarin aku bangun duluan dari alarm. Pukul 05.30 wita, kami berangkat dari Kuta menuju Pelabuhan Padang Bai, aku sangat riang gembira karena akan mengunjungi pulau baru. Sekitar kurang dari dua jam kami tiba di pelabuhan, ternyata fastboat berangkat pukul 10.00 wita, kami pun kepagian datang ke pelabuhan, warung-warung makan pun masih banyak yang tutup. Memandang gagahnya Gunung Agung sepanjang perjalanan ke Lombok Setelah mengarungi laut sekitar kurang lebih dua jam, akhirnya tiba juga di Gili Trawangan. Pulau terbesar dari ketiga pulau yang terletak di sebelah barat laut Lombok. Kami pergi secara mandiri maksudnya tidak menggunakan trip organizer , tiba di pulau banyak warga yang menawarkan hotel, sewa sepeda, dan jasa keliling tiga gili tinggal pilih ma...

Mengejar matahari terbit di Kelimutu

Gambar
Rasanya hari masih gelap saat ibu pemilik homestay mengetuk pintu kamar kami, tapi aku anggap mimpi saja jadi tidak sedikit pun bergeming. 5 menit kemudian, kamar kembali diketuk, karena tidak mau dicap sebagai gadis malas (ahahha, pencitraan dikit), akhirnya aku bangun lalu menghidupkan lampu kamar dan muncul dari balik pintu. “Ade, tidak ikut acara ke atas (Kelimutu)?” Tanya si ibu “ikut bu” jawabku singkat “Tidak lihat sunrise ? Nanti terlambat, sarapan sudah” kata si ibu “hmm, sunrise ? Nanti saja, kami ikut acara adat saja” jawabku asal Setelah basa basi dengan ibu pemilik homestay , aku membangunkan Fina dengan segala cara tapi dia hanya bergumam dan bergerak sedikit, iya anak satu ini sejak dari dulu memang paling susah dibangunkan pagi. Padahal tadi malam dia bilang “kita harus bangun pagi liat sunrise , kamu gak mau liat sunrise di Kelimutu? Ih rugi banget jauh-jauh gak liat, pokoknya kita harus dapat” eh boro-boro liat sunrise , ini malah tidur kebabla...

Napak tilas kisah Laskar Pelangi dalam Museum Kata Andrea Hirata

Gambar
Setelah tiba di depan Museum Kata, kami berubah pikiran, ah main ke Kampoeng Ahok dulu aja lah. Gass motor mengikuti petunjuk google map sekitar 10 menit, walaupun sempat keterusan di pertigaan jalan. Eh, di pertigaan jalan itu, ada vihara kecil yang kece deh, bisa lah mampir sebentar nambah pengalaman mengunjungi vihara, hehe Aku pikir Kampoeng Ahok itu semacam museum tentang sosok Ahok, ternyata merupakan toko souvenir dan makanan khas Belitung yang terletak di depan dan di samping rumah keluarga Basuki Tjahaja Purnama yang lebih dikenal dengan Ahok (namun sekarang beliau sudah tidak menggunakan nama Ahok tetapi BTP). Di balik pagar setinggi kurang lebih 2 meter itu terdapat rumah besar bertingkat dua yang nampak seperti persegi sama sisi. Memasuki pagar tersebut ada security yang berjaga, kami pun dipersilahkan langsung masuk saja, tapi sepulang dari Galeri Daun Simpor aku keukeuh mengisi nama di buku tamu walaupun tidak disuruh oleh security, buahahaha. Berbagai macam makanan ...

Serunya masuk dalam novel Laskar Pelangi di Belitung Timur

Gambar
Seperti biasanya kalau urusan melancong di Indonesia bagian barat yang waktunya lebih lambat satu jam, aku pasti bisa bangun pagi, kalau sudah balik ke waktu Indonesia tengah ya jangan tanyakan, haha. Kami sudah keluar penginapan pukul 06.30 wib, perjalanan menuju Belitung Timur sekitar 1 jam 30 menit, jalannya mulus dan lurus, tidak banyak tikungan maupun tanjakan, jalannya gak susah dicari kok. Tempat pertama yang kami tuju adalah Museum Kata Andrea Hirata, takut keburu tutup karena hari ini Jumat jadi tempat ini didahulukan tapi rupanya kami kepagian datang, museum masih tutup nanti buka pukul 09.00 wita. Kami langsung putar haluan, tadi melihat tanda jalan menuju SD Laskar Pelangi. Setelah mengikuti petunjuk google map, kami melihat lokasi yang mirip dengan foto-foto kece anak instagram, wah itu rumah keong seru salah satu temanku. Kami pun melipir kesana, eh kebetulan abang dan ayu-nya baru datang juga jadi kami bantuin buka gerbang. Katanya tempat wisata ini memang buka p...

Intip budget jalan di Kepulauan Bangka Belitung

Gambar
Dua bulan lalu aku mulai sering salah mengerjakan pekerjaanku, tak jarang amnesia mendadak lupa dengan pekerjaan rutin, nah kalau sudah begitu pertanda harus segera mengambil cuti untuk traveling. Awal Maret aku memutuskan mengunjungi Pulau Sumatera, pilihanku jatuh pada Kepulauan Bangka Belitung, sejak film Laskar Pelangi booming maka makin tersohor pulanya Pulau Belitung. Sebenarnya Kepulauan Bangka Belitung merupakan satu provinsi tetapi berbeda pulau, ada Bangka dan Belitung. Baiklah, aku tidak akan menjelaskan letak geografis dari Kepulauan Bangka Belitung. Sama seperti kebiasaanku setelah usai ngebolang pasti akan dengan senang hati membagikan pengeluaranku selama perjalanan serta tips sedikit irit. Hehe Tulisan yang tentunya ditunggu banyak khalayak ramai, ahahahaha. Sedikit bercerita mengenai akomodasi dan transportasi di sana ya. Di Belitung jarang tersedia angkutan umum, makanya banyak sekali yang menawarkan open trip karena ya transportasi memang susah, apalagi ke daer...

Meraba Prosesi Semana Santa di Larantuka

Gambar
Sebelum aku terbang ke Flores, aku sempat googling tempat-tempat kece di Larantuka. Ketika kuketik “Wisata di Larantuka” lalu muncul pencarian wisata religi. Wah ternyata Larantuka dijuluki sebagai Vatikan-nya Indonesia karena perayaan saat menyambut Paskah disana menjadi tradisi turun menurun yang selalu dipenuhi oleh peziarah. Aku punya kesempatan singkat untuk berkeliling di kota kecil di bawah kaki Gunung Ile Mandiri tersebut sebelum meninggalkan Flores Timur, tepat hari terakhir sebelum terbang ke Kupang. Larantuka merupakan peninggalan Kerajaan Katolik yang dipengaruhi oleh portugis,  kita dapat sangat mudah menemukan kapela – kapela bergaya portugis di pinggir jalan utama dengan jarak antar kapela tidak terlalu jauh, lalu ada juga taman doa di pinggir laut dengan perhentian jalan salib maupun Gua Maria di tengah kota serta berbagai tempat berdoa lainnya. Kapela Tuan Ana salah satu tempat prosesi Semana Santa Aku menyusuri jejak perarakan Semana Santa di Larant...

Demi kamu, aku kembali ke Pulau Flores

Gambar
Jangan pake baper, cerita kali ini tidak se-romantis judulnya kok, haha Seharusnya November lalu sebelum ke Labuan Bajo, aku mampir dulu ke rumah sahabatku di Pulau Adonara kemudian barengan ikut overland trip dari Ende ke Labuan Bajo tapi karena saat itu dia baru masuk bekerja maka tidak memungkinkan mengambil cuti panjang, dan saat itu penerbanganku dari Banjarmasin ke Ende dibatalkan karena Bandara Denpasar ditutup sementara sebab erupsi Gunung Agung (kalau ingat ini serius jadi syediihh, hiks).  Nah Agustus lalu aku menepati janji yang tertunda (kata papahku, janji adalah hutang jadi mesti dilunasi) dengan menempuh perjalanan darat dan udara yang panjang ke Pulau Flores. Iya, demi menepati janji yang tertunda aku kembali menginjak Pulau Flores, cihuuuyyy Berhubung kali ini aku bercita-cita menginjak Pulau Flores dari timur ke barat, maka aku harus pintar memangkas pengeluaran (maklum yah, kita tukang jalan pas-pasan :D). Demi irit, aku pun memasak sesubuhan demi bekal makan si...