Meraba Prosesi Semana Santa di Larantuka

Sebelum aku terbang ke Flores, aku sempat googling tempat-tempat kece di Larantuka. Ketika kuketik “Wisata di Larantuka” lalu muncul pencarian wisata religi. Wah ternyata Larantuka dijuluki sebagai Vatikan-nya Indonesia karena perayaan saat menyambut Paskah disana menjadi tradisi turun menurun yang selalu dipenuhi oleh peziarah.

Aku punya kesempatan singkat untuk berkeliling di kota kecil di bawah kaki Gunung Ile Mandiri tersebut sebelum meninggalkan Flores Timur, tepat hari terakhir sebelum terbang ke Kupang. Larantuka merupakan peninggalan Kerajaan Katolik yang dipengaruhi oleh portugis,  kita dapat sangat mudah menemukan kapela – kapela bergaya portugis di pinggir jalan utama dengan jarak antar kapela tidak terlalu jauh, lalu ada juga taman doa di pinggir laut dengan perhentian jalan salib maupun Gua Maria di tengah kota serta berbagai tempat berdoa lainnya.

Kapela Tuan Ana salah satu tempat prosesi Semana Santa

Aku menyusuri jejak perarakan Semana Santa di Larantuka dalam beberapa jamku yang singkat, dari Kapela Tuan Ma lalu beralih ke Kapela Tuan Ana sampai ke Katedral Reinha Rosari Larantuka. Tiba di Katedralnya berasa di negara bagian lain, gereja bergaya portugis yang super kece berlatarkan langit biru, wuiiihh tak kuasa tanganku refleks mengeluarkan kamera dan seketika saja menghasilkan banyak foto, huehehehe

Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka

Hmm, berpindah dari satu kapela ke kapela lainnya sambil membayangkan jalan raya dipenuhi oleh peziarah mengarak Tuan Ma dan Tuan Ana, wah aku jadi merinding. Apa lagi kalau ikut langsung ya, mengikuti prosesi dengan khusyuk. Tapi gak apa-apa, anggap aja ini latihan dulu, ahahahaha

Waktu Semana Santa, prosesi puncaknya adalah pada Jumat Agung dan nanti akan berakhir di laut. Oiya Semana Santa adalah sebutan Pekan Suci Paskah oleh warga Larantuka, Pekan Suci merupakan pekan penting bagi umat Katolik dalam menyambut Paskah (kebangkitan Yesus), jadi pada saat itulah Larantuka akan dibanjiri peziarah dari segala penjuru Nusantara bahkan dari luar negeri. Prosesi Semana Santa yang merupakan ritual keagamaan yang berinkulturasi dengan budaya setempat menjadikannya sebagai tradisi yang menarik. Selama Pekan Suci Kota Larantuka akan dibanjiri manusia, bahkan pengakuan penginapan di dekat pelabuhan, penginapannya sudah penuh untuk Semana Santa tahun depan, warbiasaa kan ya? Peziarah sudah memesan penginapan di setiap sudut kota beberapa bulan sebelum Paskah bahkan ada yang setahun sebelumnya. Harga tiket pesawat dari Kupang ke Larantuka saat mendekati Paskah pun bisa naik dua kali lipat, hmmmm sepertinya aku belum mampu ikut Semana Santa tahun depan kalau begini ceritanya, huhu

Taman doa Mater Dolorosa Larantuka

Berhubung waktu singkat jadi setelah makan siang kami langsung menuju bandara, tapi kami malah “nyasar” nyari terminal keberangkatan. Waktu itu emang agak aneh kenapa tidak ada satupun petugas dan bandara amat sepi, tidak ada tanda kehidupan. Aku bolak balik keluar masuk mencari petugas bandara tapi nihil, lalu tetiba Fina teringat kalau terminal keberangkatan ada dibangun baru tapi lupa letaknya, hah dasar anak itu. Syukurlah tidak seberapa lama, ada petugas yang muncul dan benar saja, bandara keberangkatan ada disebelah dengan bangunan baru, hampir saja kami menunggu semalaman di terminal kedatangan. Larantuka, suatu saat nanti aku kembali untuk benar-benar merayakan Semana Santa, tunggu saja!

Yuk liat keindahan pantai di Adonara, klik DISINI
Tempat berdoa yang terletak persis dekat laut, indah bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budget Liburan ke Bangkok, Thailand

Parasit pada Ikan yang Mirip tapi Tidak Kembar (Zoothamnium, Epistylis dan Vorticella)

Serunya masuk dalam novel Laskar Pelangi di Belitung Timur