Dia Nampak Mengusir Bebannya

Hari ini ketika aku dan temanku sedang di jalan menuju Banjarmasin, aku melihat suatu kejadian yang sebelumnya tidak pernah ku lihat. Ketika di jalan, aku melihat seorang pengemis yang memiliki fisik tidak sempurna duduk di pinggiran jalan. Awalnya aku biasa saja melihatnya dari jauh namun setelah aku berada sedikit dekat dengannya, aku begitu terkejut dan bingung karena aku melihat pengemis tersebut melemparkan sebuah botol minuman kemasan ke arah pepohonan dengan sangat keras sehingga botol tersebut mengenai sebuah pohon dan menghasilkan bunyi yang cukup keras.

Dengan bunyi yang aku dengar tersebut, tentunya botol itu dilempar dengan sekuat tenaga. Sekilas ku liat wajah pengemis itu, tampak di wajahnya sebuah beban berat hidupnya serta tersirat pada wajahnya nampak emosi menyelimuti dirinya. Entah kenapa raut wajahnya seperti itu, aku pun mulai berpikir dan menerka. Apakah pengemis itu sedang meluapkan emosinya ? Apakah dia mendapat perlakuan yang kurang baik sehingga dia mengeluarkan amarahnya dengan cari seperti tadi ?
Entahlah, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Sampai detik ini aku masih ingat raut wajahnya saat melempar botol kemasan ke arah pepohonan penuh dengan rasa amarah yang sangat-sangat. Aku berharap orang-orang seperti mereka dihimpun dan diberi keterampilan agar bisa hidup layak dengan hasil kerja keras mereka tanpa meminta iba dari orang lain dan hidup bebas berkeliaran di jalan. Keterbatasan fisik bukan merupakan indikasi keterbatasan keterampilan, kreatifitas dan kecerdasan, aku yakin mereka dititipkan kelebihan oleh Tuhan atau bahkan kelebihan yang tidak biasa bagi orang yang punya fisik sempurna. Perlu penanganan khusus bagi mereka dan untuk bangsa ini, perlu dihilangkan paradigma kita yang mengangap mereka yang punya keterbatasan berada satu level di bawah kita, mereka bisa saja lebih hebat daripada kita jika kita menghimpun mereka, tidak mengucilkan mereka, serta menghargai mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budget Liburan ke Bangkok, Thailand

Parasit pada Ikan yang Mirip tapi Tidak Kembar (Zoothamnium, Epistylis dan Vorticella)

Serunya masuk dalam novel Laskar Pelangi di Belitung Timur