Postingan

Mimpi hanya "mimpi"

Terlalu banyak mimpi yang kubuat sendiri untuk aku gantungkan di bahuku, sangat banyak mimpi-mimpi yang aku pun tidak tau apakah bisa menggapainya atau tidak? dan banyak cita-cita yang ingin ku gapai, kalau dibilang terobsesi tidak juga karena aku hanya bisa bermimpi saja. Belum ada satu pun tindakanku untuk meraih mimpiku itu, oleh karena itu mimpiku hanya sekedar mimpi dan sekarang aku belum terbangun dari tidurku sehingga terus bermimpi tanpa henti. Semakin lama semakin tinggi, mimpi yang hanya bisa aku ungkapkan lewat kata saja karena aku pun tidak tau bisa meraihnya atau tidak. Aku terlalu malas untuk bangun dan mencoba menggapai mimpi itu, sangat malas bertindak. Tanpa seseorang yang memulai maka aku tidak akan memulai. harus ada orang yang membangunkan aku dari tidur agar aku berhenti bermimpi dan mulai bertindak untuk meraih mimpi tapi sialnya belum ada yang membangunkan aku serta tidak ada yang bisa aku ajak untuk meraih mimpi bersamaku. Aku bukan orang yang gigih, bukan...

Terima kasih untuk semuanya!!

Tidak disangka orang terdekat bisa membuat aku begini, karena hanya 1 kata saja bisa membuat aku kecewa luar biasa, SUMPAH AKU KECEWA kamu itu seperti orang lain sampai tega seperti itu, sekali lagi aku KECEWA. Apa salahku jadi kamu sampai hati berbuat demikian? sudah lupa atas semua yang ku perbuat? sudah lupa atas bantuan yang ku berikan? sudah lupakah kamu atas semuanya? aku pun heran dimana akal sehatmu sampai tega berbuat demikian, jadi sekarang kamu puas membuat aku begini? silakan merasa menang sekarang! kalau memang aku ada salah denganmu, terima kasih banyak sudah membalas kesalahanku dengan ini, sungguh diluar dugaanku balasanmu sangat sadis ya, tapi ingat kamu akan ku kejar dan akan ku balas karena telah membuat aku sangat kecewa luar biasa.. jangan lupa pula kamu telah menyeret teman-temanku dalam perkara aku dan kamu, itu cukup untuk aku sangat benci kamu! maaf Tuhan aku ini hanya manusia biasa yang tidak bisa mengontrol emosiku, jujur sekarang aku masih emosi dan tid...

Ranting Kecil

Dia adalah ranting kecil yang menjadi tempat bertumpu daun-daun, memperkokoh sang pohon dan terselubung dalam rimbun dedaunan. Tak terlihat dan selalu tersembunyi, namun dia ada walaupun tidak diperhatikan oleh orang-orang yang lewat. Sebenarnya dia cukup indah untuk memberikan warna bagi pohon, tetap indah walaupun tanpa daun-daun itu. Seketika badai datang, menerbangkan daun sedikit demi sedikit. Sehingga sang ranting mulai terlihat dan terbersit senyum. Semakin lama akhirnya ranting pun terlihat sangat jelas, saat itu pula ia mulai diperhatikan dan menjadi seakan berharga dari biasanya. Kehadiran badai membuatnya lebih berarti untuk dilihat, ini membuatnya sangat senang. Tetapi ini tidak membuatnya baik, ia merasa tidak terlalu berguna bagi pohon, ia bisa saja membuat pohon ini ditebang karena tidak berdaun lagi: tak sesejuk dulu dan tak serindang dulu. Hari bertambah hari, ia pun merasa menyesal membiarkan daun-daun pergi karena badai, menyesal kenal dengan badai yang telah membua...

04 Januari 2012

Ulang tahun? apa yang spesial? aku rasa tidak ada, dan baru kali ini aku tidak menyukai angka genap. Kalau ulang tahunku dulu aku ingin berbagi setiap senyum dan keramahan kepada tiap orang, untuk tahun ini tidak sama sekali. Aku bahkan tidak ingin berbagi apapun untuk semua orang yang aku temui hari ini. Jika pada ulang tahunku yang ke-19 dulu, aku ingin tanggal 4 Januari itu lebih dari 24 jam sehingga sampai pukul 00.00 wita pun aku masih terjaga, setiap detik-detik waktu pun ku tunggu dengan penuh sukacita. Tapi untuk tahun ini ingin rasanya aku cepat melewati tanggal 4 Januari, aku tidak ingin banyak bertemu dengan orang banyak dan aku ingin cepat tidur malam ini. Pokoknya aku ingin hari ini berlalu secepat-cepatnya. Entahlah kenapa, baru kali ini aku tidak menyukai hari ulang tahunku. Aku ingin cepat hari ini berlalu dan rasanya aku ingin mematikan handphoneku hingga esok pagi. ahh, aku tidak senang dengan hari ini, aku tidak menikmati tiap gerakan jarum jam yang berjalan ...

Hari Ibu untuk Anak Kelas 3 SD

Gambar
Baiklah kali ini adalah kisaah nyata dan tidak mengada-ada, kali ini asli saya alami sendiri dan bukan mengutip pengalaman orang atau menyalin apa yang telah saya amati. Ini nyata sekali lagi nyata, baiklah saya tegaskan sekali lagi "ini nyata" :D Saat itu tanggal 26 Desember 2011, saya dikejutkan dengan tingkah keponakan saya (Vani) yang masih duduk di kelas 3 SD. Senyum menghiasi wajahnya saat itu, pokoknya sok manis sekali dan dia berkata "aku sudah bawa kadonya te" tapi saya hanya menjawab dengan singkat serta tanpa ekspresi "ya". Memang sebelumnya malam tanggal 24, anak itu bercerita kalau kadonya tertinggal di Laci mejanya di sekolah. Selanjutnya dia menyambung jawaban saya yang singkat itu dengan pernyataan "tapi te, aku supan kasih mamah kadonya, ah kada usah gin te lah aku kasih mamah" (Indo# Tapi te, aku malu kasih mamah kadonya, ah ga jadi deh aku kasih mamah), otak saya pun mencerna kata-kata keponakan saya ini lalu spontan saya...

Orang Tua harus Bisa Berperan Jadi Apa Aja

Tugas Terbesar orang tua adalah menjadi ayah dan ibu yang baik yaitu memberikan mendidik anak-anaknya dengan baik. Bukan perkara yang mudah menjadi seorang ayah ataupun ibu karena punya tugas besar untuk menuntun anaknya agar kelak menjadi sosok pribadi yang baik, dan itu tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan kita. Hal-hal kecil yang dilakukan orang tua dapat dicontoh oleh anak-anaknya dan setiap sikap yang ditunjukan oleh orang tua maka akan jadi teladan bagi anak-anak. Berbagai sikap yang muncul dihadapan anak sebaiknya difilter dulu agar si anak dapat mencontoh yang baik-baiknya aja, misalnya jika orang tua bertengkar atau cekcok, sebaiknya bertengkar tidak dilakukan di hadapan anak karena dapat mencitrakan seolah-olah orang tua tidak akur sehingga menimbulkan ketidak nyamanan bagi sang anak akibatnya anak akan mencari pelarian. Tugas orang tua yang ini sangat mulia dan besar jadi jika kita tumbuh menjadi sosok yang baik dan hebat maka kita harus bangga punya orang tua...

Optimis atau Pesimis??

Biasanya siih harus optimis dalam segala hal agar hasil yang diinginkan maksimal, tapi kadar optimisku biasanya berlebihan kalau sudah bertekat optimis lalu jika yang diharapkan tidak sesuai dengan hasilnya maka alhasil optimisnya membantingku menjadi kecewa dan kesal. Parahnya lagi kesalnya ini lama baru sembuh, karena tercampur dengan kecewa yang berlebihan (kecewa optimal ceritanya) membuat semangat yang tadinya lebih tinggi dari bintang jadi terhempas hanya setinggi pohon cabe >.< Kalau sudah begini, bangkitnya susah. Nyari semangatnya itu lo penuh perjuangan jadinya aku harus kasih sugesti semangat dari awal lagi akibatnya yaa pekerjaan yang harusnya segera diselasaikan jadi tertunda karena atmosfir semangatnya menipis. Kalau cerita sama teman atau pacar atau orang tua atau keluarga paling jawabannya gini aja "ya sudah mungkin itu yang terbaik, yang pentingkan sudah usaha bersyukur aja" ato bilang "aku tau kok apa yang kamu rasakan". Memang ada ben...