Postingan

04 Januari 2012

Ulang tahun? apa yang spesial? aku rasa tidak ada, dan baru kali ini aku tidak menyukai angka genap. Kalau ulang tahunku dulu aku ingin berbagi setiap senyum dan keramahan kepada tiap orang, untuk tahun ini tidak sama sekali. Aku bahkan tidak ingin berbagi apapun untuk semua orang yang aku temui hari ini. Jika pada ulang tahunku yang ke-19 dulu, aku ingin tanggal 4 Januari itu lebih dari 24 jam sehingga sampai pukul 00.00 wita pun aku masih terjaga, setiap detik-detik waktu pun ku tunggu dengan penuh sukacita. Tapi untuk tahun ini ingin rasanya aku cepat melewati tanggal 4 Januari, aku tidak ingin banyak bertemu dengan orang banyak dan aku ingin cepat tidur malam ini. Pokoknya aku ingin hari ini berlalu secepat-cepatnya. Entahlah kenapa, baru kali ini aku tidak menyukai hari ulang tahunku. Aku ingin cepat hari ini berlalu dan rasanya aku ingin mematikan handphoneku hingga esok pagi. ahh, aku tidak senang dengan hari ini, aku tidak menikmati tiap gerakan jarum jam yang berjalan ...

Hari Ibu untuk Anak Kelas 3 SD

Gambar
Baiklah kali ini adalah kisaah nyata dan tidak mengada-ada, kali ini asli saya alami sendiri dan bukan mengutip pengalaman orang atau menyalin apa yang telah saya amati. Ini nyata sekali lagi nyata, baiklah saya tegaskan sekali lagi "ini nyata" :D Saat itu tanggal 26 Desember 2011, saya dikejutkan dengan tingkah keponakan saya (Vani) yang masih duduk di kelas 3 SD. Senyum menghiasi wajahnya saat itu, pokoknya sok manis sekali dan dia berkata "aku sudah bawa kadonya te" tapi saya hanya menjawab dengan singkat serta tanpa ekspresi "ya". Memang sebelumnya malam tanggal 24, anak itu bercerita kalau kadonya tertinggal di Laci mejanya di sekolah. Selanjutnya dia menyambung jawaban saya yang singkat itu dengan pernyataan "tapi te, aku supan kasih mamah kadonya, ah kada usah gin te lah aku kasih mamah" (Indo# Tapi te, aku malu kasih mamah kadonya, ah ga jadi deh aku kasih mamah), otak saya pun mencerna kata-kata keponakan saya ini lalu spontan saya...

Orang Tua harus Bisa Berperan Jadi Apa Aja

Tugas Terbesar orang tua adalah menjadi ayah dan ibu yang baik yaitu memberikan mendidik anak-anaknya dengan baik. Bukan perkara yang mudah menjadi seorang ayah ataupun ibu karena punya tugas besar untuk menuntun anaknya agar kelak menjadi sosok pribadi yang baik, dan itu tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan kita. Hal-hal kecil yang dilakukan orang tua dapat dicontoh oleh anak-anaknya dan setiap sikap yang ditunjukan oleh orang tua maka akan jadi teladan bagi anak-anak. Berbagai sikap yang muncul dihadapan anak sebaiknya difilter dulu agar si anak dapat mencontoh yang baik-baiknya aja, misalnya jika orang tua bertengkar atau cekcok, sebaiknya bertengkar tidak dilakukan di hadapan anak karena dapat mencitrakan seolah-olah orang tua tidak akur sehingga menimbulkan ketidak nyamanan bagi sang anak akibatnya anak akan mencari pelarian. Tugas orang tua yang ini sangat mulia dan besar jadi jika kita tumbuh menjadi sosok yang baik dan hebat maka kita harus bangga punya orang tua...

Optimis atau Pesimis??

Biasanya siih harus optimis dalam segala hal agar hasil yang diinginkan maksimal, tapi kadar optimisku biasanya berlebihan kalau sudah bertekat optimis lalu jika yang diharapkan tidak sesuai dengan hasilnya maka alhasil optimisnya membantingku menjadi kecewa dan kesal. Parahnya lagi kesalnya ini lama baru sembuh, karena tercampur dengan kecewa yang berlebihan (kecewa optimal ceritanya) membuat semangat yang tadinya lebih tinggi dari bintang jadi terhempas hanya setinggi pohon cabe >.< Kalau sudah begini, bangkitnya susah. Nyari semangatnya itu lo penuh perjuangan jadinya aku harus kasih sugesti semangat dari awal lagi akibatnya yaa pekerjaan yang harusnya segera diselasaikan jadi tertunda karena atmosfir semangatnya menipis. Kalau cerita sama teman atau pacar atau orang tua atau keluarga paling jawabannya gini aja "ya sudah mungkin itu yang terbaik, yang pentingkan sudah usaha bersyukur aja" ato bilang "aku tau kok apa yang kamu rasakan". Memang ada ben...

Sudah sempurnakah anda??

Kadang mencari-cari kekurangan orang lain itu menjadi kesenangan tersendiri, tertawa di atas kesedihan orang lain dan terus mencela sampai tidak tau batasan. Sebenarnya sadarkah kita? kita bisa membuat orang lain tersingkir, terasingkan, terpojokkan dan hilang akibat ulah mulut kita. Jangan ingin terlihat sempurna dengan cara mencari dan mencela kekurangan serta kelemahan orang lain, sadar atau tidak kita bisa membuat orang lain sakit hati. Semua manusia adalah karya Tuhan, jadi tidak sepantasnya kita mencela ciptaan Tuhan yang luar biasa. Apakah anda sudah merasa sudah sangat sempurna jadi berani mencela orang lain? kalau jawabannya iya, waah luar biasa sekali berarti anda merasa lebih hebat dari "Sang Pencipta manusia", sehingga berani mencela ciptaan-Nya. Dibalik kekurangannya mungkin ada kelebihan yang luar biasa namun itu tidak muncul akibat ulah mulut-mulut usil yang mengusik telinganya sehingga dia putuskan untuk diam di sudut-sudut tak terlihat. Coba saja lihat bo...

Keperawanan selalu Dipertanyakan

Setiap laki-laki pasti menginginkan calon istrinya masih perawan dan merupakan gadis yang baik-baik, terkadang berbagai cara dilakukan untuk mengetahui perawan atau tidaknya pasangannya salah satunya membaca postingan orang di internet.. sebenarnya secara tidak langsung cara-cara ini memojokkan kaum hawa, membuat mereka selalu dibandingkan dan dituding berbagai macam pertanyaan untuk mengetes keperawanannya.. Apakah keperawanan wanita itu perlu dibahas dan diketahui semua orang? apakah wanita yang tidak perawan itu najis dan tidak layak hidup? kalau jawabannya iya, sungguh kejam sekali dunia ini.. Kalau anda mencintai pasangan anda dengan tulus, tentunya anda tidak perlu menanyakan keperawananya jika anda menanyakan itu berarti cinta anda hanya sebesar selembar selaput dan anda tidak benar-benar mencintai pasangan anda. Cobalah ubah paradigma anda-anda sekalian untuk tidak menilai wanita dari selembar selaput tetapi dari sopan santunnya dan sikapnya menghadapi anda sekarang.. to...

Bumi ini perlu sahabat bukan perusak!!

Kejadian b e berapa bulan ini mengisyaratkan bahwa ekosistem di sekitar kita sudah tidak seimbang lagi, beberapa perbuatan serakah manusia membuat sebagian populasi punah atau meledak. Tidak perlu jauh-jauh mencari pembuktian dan contoh, tengok lagi kejadian serangan wabah ulat bulu di probolinggo, mengapa populasi ulat bulu bisa meledak? ini semua karena kurangnya predator dari ulat bulu tersebut sehingga populasi ulat bulu bisa tumbuh berkembang dengan baik tanpa ada yang mengendalikan. selain itu perubahan lingkungan yang ektrim dapat menjadi faktor yang mempengaruhi meningkatnya populasi ulat bulu, suhu yang tinggi mendukung kecepatan menetasnya telur dari ulat. jadi bagaimana populasinya tidak tumbuh subur? suhu mendukung, predator tidak ada sehingga populasi ulat bulu dapat menjamur dengan bebas. Peran manusia sangat besar dalam proses menurunya predator dari ulat bulu, bagaimana tidak? manusialah yang rajin memburu burung liar di hutan demi mengejar materi tanpa peduli akan...